Choose a track to play
Atas tiap asa dan jiwa terluka
Untuk semua debu kota jangan tundukkan kepala
Atas tiap asa dan jiwa terluka
Untuk semua debu kota jangan tundukkan kepala
Perlahan ilusi tipu butakan mataku
Gerak langkah kaki masih terasa semu
Bising deru roda yang masih terus berputar
Kepul asap ini tetap terasa hambar
Liar imaji pun menari dalam pilu
Langit biru pun tetap tertawa dan membisu
Bisik pasir yang mengalir diatas trotoar
Berteriak tanpa suara menahan lapar
Tangis jemari yang tak henti terus menari
Tahan peluh atas detik yang masih dinanti
Sesak nada berirama di dalam kepala
Dengan riang berdansa di bawah lampu kota
Angkuhnya menara babel masih tetap berdiri
Menatap tajam sudut hitam tereliminasi
Entah mengapa hingga kini masih tak mengerti
Masa kelam terdegradasi korosi
Sekali lagi kubertanya kepada udara
Setitik pijar bintang yang selalu terjaga
Putar dadu atas nasib yang terus beradu
Bias ragu kosong mata terasa palsu
Sekali lagi kubertanya kepada udara
Setitik pijar bintang yang selalu terjaga
Tanpa jemu basuh debu merangkai abu
Tanpa ragu bara asa bertahan slalu
Sekali lagi kubertanya kepada udara
Setitik pijar bintang yang selalu terjaga
Putar dadu atas nasib yang terus beradu
Bias ragu kosong mata terasa palsu
Sekali lagi kubertanya kepada udara
Sekali lagi kubertanya kepada udara
Jangan ikut mengantri di baris perbudakan
Asah diri untuk mencapai kebebasan
Putaran otak menanti lonceng harapan
Tanam diri dengan ribuan pertanyaan
Teruslah bernyanyi walau di tengah himpitan
Tak perlu sembunyi tantanglah kehidupan
Atas tiap asa dan jiwa terluka
Untuk semua debu kota jangan tundukkan kepala
Kepalkan tanganmu jangan kau ragu
Tetap bersama kita tinju congaknya dunia
Kepalkan tanganmu jangan kau ragu
Tetap bersama kita tinju congaknya dunia
Tetaplah berdiri jangan lari lawan terus walau harus tergerus