Rebahku di atas kasur
Hanya pandangan siling terpantul
Seketika fikiran celaru
Senandika ku sendiri tanpa pendengar
Tiada tempat tuk bersandar
Dunia ku lalui seakan hukuman
Ku dalam pertempuran
Dengan diriku
Namun ku jalani semuanya dengan senyuman
Yang terselit kesedihan
Yang tak tertampak
Tuhan sekali saja, aku memohon
Kuatkan jiwaku
Kerna, batinku rapuh
Untukku lalu, jalan yang ku tuju
Tiada lorong daswara, hendak ku tuju
Tuk luhurkan harapanku
Hilang, sosok pembimbing
Untuk menuntun, jalan yang ingin ku tuju
Dunia ku lalui seakan hukuman
Ku dalam pertempuran
Dengan diriku
Namun ku jalani semuanya dengan senyuman
Yang terselit kesedihan
Yang tak tertampak
Tuhan sekali saja, aku memohon
Kuatkan jiwaku
Kerna, batinku rapuh
Untukku lalu, jalan yang ku tuju
(Tuhan sekali saja)
(Aku memohon, kuatkan jiwaku)
(Kerna batinku rapuh)
(Lalu jalan yang ku tuju)
Tuhan sekali saja, aku memohon
Kuatkan jiwaku
Kerna, batinku rapuh
Untukku lalu, jalan yang ku tuju