
Terlambatkah aku tahu namamu?
Sudah lamakah kamu tinggal di kotaku?
Adakah seseorang atau sesuatu
Yang memaksamu untuk mengaku
Kalau kamu kembali ke kotamu
Pasti sepi adalah nama tengahku
Aku kan menunggu
Aku tak berlalu
Di Yogyakarta cinta
Tidak pernah seburuk itu
Sudilah duduk di bawah lampu Tugu
Biar sebaris puisiku kubaca untukmu
Mengapa baru kemarin, aku mengenalkanmu
Ke mana aku? Di mana kamu?
Kalau kamu kembali ke kotamu
Pasti aku setengah hidup merindu
Berjanjilah datang. Berjanjilah pulang
Ku tunggu kamu di tempat
Pertama kali kita bertemu
Biar kali ini, aku yang datang lebih dulu
Aku belum mempersiapkan apa-apa selain air mata
Tuhan seperti sengaja mempertemukan kita