
Waktu tidurku, kini berantakan
Padahal tubuh, sedang kelelahan
Menimbang berat badan, naik turun tak karuan
Ku bersembunyi dalam kesepian
Malam hariku, selalu kebingungan
Melihat kaca, ada si pecundang
Sejak masa remaja, sering dituntut dewasa
Inikah arena pura-pura?
Patah hati tuk kesekian kali
Sering ku pura-pura tertawa
Terlihat bahagia
Ku tak bisa lagi
Memendam sendiri
Patah hati tuk kesekian kali
Kadang kurasa tak sanggup lagi
Jatuh berkali-kali
Ingin ku bertahan
Kini ku kelelahan
Tak hanya sekali ku tanyakan
Bagaimana ku kan bertahan
Kemana hidupku jalanku
Akhirnya kan bermuara
Beribu tanda tanya
Penuhi isi kepala
Tuk apa ku dilahirkan?
Tuk siapa ku dihidupkan?
Barbagai macam tanya
Kuucapkan tanpa jeda
Haruskahku yang terluka?
Kapan ku temui obatnya?
Namun ku harus sadar
Tak semua bentuk tanya
Menemukan jawabannya
Temukan titik terangnya
Patah hati tuk kesekian kali