Elige una pista para reproducir
Tiada lagi risau hati malam sampai pagi
Jemariku bakal mengukir beragam literasi
Ombak datang hari ini, ku seluncur macam ahli
Alih-alih aku mati malah menjelma abadi
Aku guna akal sila bongkar aku fraktal
Selalu dalam bentuk yang sama sedari berangkal
Tak dapat kauubah bencimu, tiada bersoal
Aku masih gas terus selaju Rossi atas aspal
Fatal jika kau sangka aku pembual
Tulus rima ini kubagi, bukan dijual
Bila kalap atau gentar, kenapa aku begini?
Dari awal aku tiba, OG sudah angkat sloki, oh
Simak aku di panggung ke panggung selalu tinggalkan rindu
Tanggalkan jumawa sebab nyawaku tak seribu
Dapat banyak kehilangan, tak mau lagi begitu
Cukup sudah hilang satu
Muria (they don't stop)
Muria (they don't stop, Krazy Brazy for life)
Muria (they-they don't-)
Muria (they don't stop, no-no-no, nobody like me)
Bukan hingar bingar stage, aku pilih pekat malam
Tak teroda puji-puja, sudah kenyang dari silam
Moga khatam, aku kaji tanda riuh tanpa kalam
Hari kelam kulalui, boleh kini ucap salam (alaykum)
Masihkah rimaku dikau simak?
Riak aku dulu sebab dangkal isi otak
Boleh kau beranjak jika dah terlanjur muak
Jangan tamak, baik henti makan sebelum tiba imsak, ei
Masa demi masa
Jejak aku tinggal walau jasadku binasa
Kelak jika Muria kaudengar di ujung nusa
Ucap tiga kali nama, maka ku ada di sana
Maka kuobati luka pakai syair, pakai nada
Lalu bragging omong kosong, aku taruh tempat sampah
Tiap hari kumaknai duri yang menusuk dada
Guna akal sebelum ucap isi hati yang jelaga
Muria (they don't stop)
Muria (they don't stop, Krazy Brazy for life)
Muria (they-they don't-)
Muria (they don't stop, no-no-no, nobody like me)
Sudah cukup hilang arah, sekarang kompas yang memandu
Kurangi bicara, yang ditambah hanya lagu
Lalu laku aku membaik dari waktu ke waktu
Sebab janji yang berilmu, belajar dari masa lalu
Mereka tak membaca semiotika langit bumi
Ingkar pada Muria malah dusta mereka pilih
Di ambang sore nan lalu, menyanyi ku dalam sunyi
Tahu apa soal diri yang kenal sebatas puji
Di bawah rindang familia, daku rehat dan berteduh
Ramai dorang kata lirik aku seribu paku
Bila biru langit berubah lagi jadi kelabu
Pejam mata, tarik napas, tenanglah dalam pelukku
Muria tak janji jadi cahaya
Muria reduksi rasa bahaya
Muria jangan banding dengan mereka
Sudah tumbuh semenjak tanam, syair aku bak niscaya