Elige una pista para reproducir
Leluhur, berikan waktu
Kumohon dengarkan nyanyianku
Apa yang telah terjadi?
Sepertinya hilang jati diri
Kuingat jemari yang menuai padi
Yang dahulu membangun candi
Dengan penuh budi pekerti
Kini telah runtuh dan ditinggalkan
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Isyarat dan budaya
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Aksara dan tata krama
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Alam sebagai petunjuk
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Maka kupanggil, oh, wahai leluhur
Oh, ke mana kita saat ini?
Siapakah kita saat ini?
Ku tak akan lupakan atau berpisah denganmu
Kau adalah aku
Kupanggil jiwa leluhur 'tuk berikan petunjuk
Saat badai menerpa dan langit mulai berkelap
Bintang berbicara dan alam berbahasa
Pertanda dari semesta, dengarkan
Saat sang Dewi Pertiwi berbicara
Pada lubuk hati terdalam, oh, manusia
Sabda langit ditafsirkan
Sebelum ditulis, berwujud lisan
Falsafah dan cita-cita, insan dan Maha Pencipta
Hembuskan zat dan nafas tenaga
Puaskan diriku 'tuk mencari ilmu
Cerahkan diriku dengan kebenaran
Tak lagi bisa dibungkam dan menyangkal
Sejarah, akar, dan asal muasal kita
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Isyarat dan budaya
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Aksara dan tata krama
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Alam sebagai petunjuk
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Maka kupanggil, oh, wahai leluhur
Pada itu, 350 tahun
Terlalu lama dan cukup sudah kau terjajah
Jangan lemah dan lengah
Di saat mereka sibuk janjikan surga
Di saat mereka ribut mengejar takhta
Negerimu diabaikan
Tanah airmu digadaikan
Leluhur, berikan waktu
Kumohon dengarkan nyanyianku
Apa yang telah terjadi?
Sepertinya hilang jati diri
Kuingat jemari yang menuai padi
Yang dahulu membangun candi
Dengan penuh makna budi pekerti
Kini telah runtuh dan ditinggalkan
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Isyarat dan budaya
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Aksara dan tata krama
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Alam sebagai petunjuk
Oh, ae, oa, eo-eo, ae
Maka kupanggil, oh, wahai leluhur
Gusti ingkang makarya ing jagad
Ingsun kleru kangge nyuwun pangapura
Kanjeng Gusti, ingsun menika
Hanamung sethithik ing embun
Kadya lebu lelintang ing angkasa pura
Ingkang muter saindenging donya
Kebak dosa, arsa hang ngukir sejarah
Kanti tanpa nglirwakake leluhur ing nguni
Sedaya leluhur