Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Harum makanan terlintas
Saat kita berkendara
Mesin fotokopian
Jelas terdengar suara
Begitu indahnya kesedihan
Mengapa baru bilang sekarang?
Rasanya malang melintang
Di pagar rumah, ia bersandar
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk hingga pagi menjelang
Biarkanlah mereka bertanya
Hujannya terlewat deras
Saat kita berbicara
Rasanya ia terpinggirkan
Siapa suruh 'tuk percaya?
Begitu indahnya kesedihan
Mengapa baru bilang sekarang?
Rasanya malang melintang
Hal yang wajar di umur sekarang
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk hingga pagi menjelang
Biarkanlah mereka bertanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk tepat di beranda
Lagi pula itu kan adanya
Terpanah, kecewa
Ia lalu terus mabuk hingga pagi menjelang
Biarkanlah mereka bertanya